Menu
Tradisi Wiwit Jelang Panen

Tradisi Wiwit Jelang Panen

thumbnailWiwit atau ada pula yang menyebutnya wiwitan, adalah upacara tradisi yang dulunya turun temurun dilakukan oleh keluarga petani. Wiwit biasa dilakukan menjelang musim panen atau diawal musim panen padi. Makna dari tradisi wiwit, sejatinya adalah panjatan doa dan ungkapan syukur atas limpahan hasil panen dari Yang Maha Kuasa. Tapi dari kacamata yang berbeda, tradisi wiwit sesungguhnya juga bisa dimaknai sebagai sarana atau media terjalinnya interaksi sosial diantara para petani serta hubungan keselarasan antara petani pemilik lahan dengan alam.

Di Jogja dan sekitarnya, upacara tradisi wiwit yang sebelumnya sempat nyaris hilang tergerus jaman, kini mulai bangkit kembali. Memasuki musim panen, petani di daerah pedesaan banyak yang melakukan ritual ini. Sekalipun tatacara dan ubo rampe (perlengkapan) wiwit tidak lagi seragam seperti dulu, namun hal-hal pokok dalam ritual wiwit tetap dilakukan.

thumbnailProsesi wiwit, terbagi dalam dua bagian. Dalam hal ritual, seperti lazimnya sesaji, ada tetua kampung ataupun mbah kaum yang biasanya memimpin doa lalu diteruskan dengan pemotongan batang padi yang pertama sebagai pertanda proses panen padi bisa segera dilakukan. Dan yang kedua, adalah proses makan bersama. Ubo rampe berupa nasi tumpeng, sayur kluwih, urap atau kluban, pelas, telur, tempe tahu goreng, rese (ikan asin) dan peyek segera dibagi-bagikan dalam bungkus daun pisang dan daun jati. Yang menarik, semua yang hadir tanpa kecuali mendapat jatah makanan yang sama. Dan bisa ikut bersantap menu tradisional di tengah sawah. Sungguh sedap.

Jadwal Wiwit

Karena wiwit dilakukan saat memasuki musim panen, maka jadwalnya juga tergantung datangnya musim panen padi. Tapi, sebagian besar lahan pertanian di Jogja mendapat suplai air dari irigasi tehnis, sehingga setiap saat petani bisa menanam padi dengan masa panen sekitar 3 bulan kemudian.

Lokasi

Wiwit kebanyakan dilakukan oleh para petani di pedesaan atau di pinggiran-pinggiran kota. Sebagian besar petani di DIY kecuali Kodya Jogja, seperti Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul terbiasa melakukan ritual wiwit.

Transportasi

Mengingat banyak dilakukan di pedesaan, bagi yang ingin melihat dan ikut merasakan ritual wiwit lebih direkomendasikan menggunakan kendaraan pribadi atau carteran. Bisa mobil ataupun sepeda motor yang bisa disewa di kota. Selesai wiwit, perjalanan bisa dilanjutkan dengan tour desa atau singgah di kampung-kampung tradisional atau desa wisata yang banyak tersebar di pelosok Jogja.

Perlengkapan

Wiwit dilakukan di sawah. Ada baiknya membawa perlengkapan seperti sandal, topi atau penutup kepala lainnya, kaos berlengan panjang dan minuman dalam jumlah cukup.

FacebookTwitterGoogle+TumblrPinterestShare

One Response

  1. adelaide says:

    Very interesting website.every people can learn about yogyakarta and culture

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


eight − = 1

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>