16
Oct-2015

Bantul, Saatnya Kembangkan Wisata Herbal

Bantul bukan hanya menawarkan panorama alam yang indah. Kabupaten di DIY Selatan ini, juga kaya dengan potensi lain, termasuk wisata herbal

Bantul memiliki beragam potensi. Selain pesona alamnya yang memiliki kekhasan, Bantul juga kaya dengan potensi herbal. Salah satunya, tentu Anda tahu yakni wedhang uwuh. Sejenis minuman yang terbuat dari berbagai bahan alami, seperti kayu, yang disampur dengan berbagai jenis dedaunan. Brand wedhang uwuh, cukup meluas. Maka tak heran, produk asli Bantul ini mulai banyak diperdagangkan dalam bentuk kemasan instan atau siap saji.

Belakangan, selain wedhang uwuh, mulai muncul ide untuk menjadikan komoditi-komoditi herbal lainnya di Bantul sebagai andalan. Assekda bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bantul, Suyoto mengatakan potensi herbal yang ada di Bantul tidak kalah bagusnya dengan Ginseng Korea. Sayangnya, potensi tersebut selama ini kurang tersentuh, terutama dalam upaya menarik wisatawan. Sedangkan di Korea, tanaman Ginseng dan segala produk turunannnya, menjadi daya tarik wisatawan karena Korea berhasil mengembangkan Ginseng menjadi produk wisata.

suyotoSuyoto mencontohkan potensi herbal yang ada di Imogiri memiliki keunggulan yang lebih dibandingkan dengan Ginseng. Perkebunan herbal di  Bantul cukup luas. Sayangnya, potensi ini belum dikelola secara maksimal, termasuk dipoles sehingga bisa menjadi hal menarik bagi wisatawan.
Mengingat potensi yang besar tersebut dan belum dikembangkan, Suyoto berharap, pengusaha asli Bantul mau mengembangkannya. Karena menurutnya, dengan mengembangkan produk herbal seperti yang ada di Korea, wisatawan akan banyak yang melirik.

“Dengan mengembangkan potensi herbal yang ada di Imogiri, kita akan dapat menyamai Korea. Wisata herbal ini akan banyak mengundang wisatawan,” ujanya.
Selain Imogiri, Bantul juga memiliki Dusun yang mirip dengan Puton Korea. Kampung ini berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis. Kampung ini, menjadi lokasi langganan warga Korea bila sedang ke Jogja. Bahkan, warga Korea yang pernah datang, sangat ingin menjadikan Puton sebagai kampung tujuan wisata ala Korea Selatan.

Menurut Suyoto, keinginan ini pernah muncul dari sekitar 30 orang warga Korea, yang berkunjung ke wilayah yang pernah dilanda gempa pada 2006 itu. Masyarakat Korea Selatan dari Provinsi Chengcheongnam-do dan organisasi masyarakat Cemaundong serta Hanseo University tersebut mengaku tertarik dengan kehidupan desa-desa yang ada di Kabupaten Bantul.Akar Ginseng

Ketua rombongan, Mr Prof Lee, menurut Suyoto sangat terkesan dengan Puton dan keramahtamahan warganya. Warga Korea Selatan juga menyukai banyaknya tanaman durian yang buahnya lebat. Mereka menyebut Puton sebagai kampung durian. Lee ingin membuat kampung ini memiliki ciri khas Korea Selatan, yaitu ada beberapa bangunan berornamen khas Kore Selatan.

Menurut Prof Lee, di Korea Selatan juga ada nama wilayah yang sama persis dengan yang ada di Bantul, yaitu Puton. Mahasiswa dan masyarakat Korea Selatan yang berkunjung ke Puton selalu membawa informasi perkembangan kawasan ini kepada mahasiswa baru. Sehingga mahasiswa asal Korea Selatan yang berada di Yogyakarta atau di Indonesia tertarik untuk mengunjungi Puton versi Bantul.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec