23
Jan-2013

Berebut Berkah Gunungan Grebeg Mulud

Kultural   /   Tags: , , ,

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Sekaten-Ritual-5.jpg” align=”right” lightbox=”true” title=”Berebut Berkah Gunungan” link=”” width=”200″ height=””]Grebeg Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah simbol kekucah dalem, ini tentang simbol kemurahan hati raja kepada kawulanya atau warganya. Sultan digambarkan sebagai sosok yang mengayomi, mengayemi, dan mengenyangkan para kawulanya. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Upacara Grebeg dalam setahun diadakan tiga kali: Grebeg Syawal sebagai ungkapan syukur telah melewati bulan puasa ramadhan; Grebeg Maulud untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW; dan Grebeg Besar untuk merayakan Idul Adha.

Upacara Grebeg identik dengan Gunungan terdiri dari berbagai makanan dan hasil bumi yang disusun menyerupai gunung, sebagai simbol dari kemakmuran Keraton Yogyakarta. Gunungan ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat. Ada enam jenis gunungan, masing-masing memiliki bentuk dan rangkaian janis makanan yang berbeda pula.

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Sekaten-Ritual-7.jpg” align=”left” lightbox=”true” title=”Berebut Berkah Gunungan” link=”” width=”200″ height=””]Yang pertama adalah Gunungan Dharat: gunungan yang puncaknya berhamparkan kue besar dan di sekelilingnya ditancapi kue ketan yang berbentuk lidah. Kedua Gunungan Gepak: gunungan yang terdiri dari empat puluh buah keranjang yang berisi aneka ragam kue-kue kecil dengan lima macam warna: merah, biru, kuning, hijau, dan hitam. Ketiga Gunungan Bromo terdiri dari beraneka ragam kue-kue yang pada bagian puncak diberi lubang untuk tempat anglo atau tungku berisi bara membakar kemenyan. Keempat Gunungan Lanang terdiri dari rangkaian kacang panjang, cabe merah, telur itik, ketan, dan pada bagian puncak ditancapi kue dari tepung beras. Kelima Gunungan Wadon merupakan gunungan yang terdiri dari beraneka ragam kue-kue kecil dan juga kue ketan. Keenam Gunungan Pawuhan merupakan gunungan yang bentuknya mirip gunungan wadon, hanya pada bagian puncak ditancapi bendera kecil berwarna putih.

Gunungan-gunungan tersebut sudah mulai dirangkai dan disusun para abdi dalem sebulan sebelumnya di Magangan. Malam hari sebelum upacara Grebeg, Gunungan-gunungan tersebut dibawa masuk ke dalam Kraton.

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Sekaten-Ritual-8.jpg” align=”right” lightbox=”true” title=”Berebut Berkah Gunungan” link=”” width=”200″ height=””]Pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB upacara Grebeg dimulai dengan parade prajurit yang berangkat dari Pracimosono untuk menjemput Gunungan. Bagi pengunjung peristiwa ini menarik karena bisa melihat secara langsung seperti apa prajurit keraton meski dengan langkah santai tetapi tampak berwibawa. Seragam beserta atributnya sangat unik dan memiliki ciri khas mencolok. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki sepuluh bregada atau kesatuan prajurit, yaitu prajurit Wirobrojo, prajurit Dhaheng, prajurit Patangpuluh, prajurit Jogokaryo, prajurit Prawirotomo, prajurit Ketanggung, prajurit Mantrijero, prajurit Nyutro, prajurit Bugis, dan prajurit Surokarso.

Kesepuluh nama bregada tersebut juga menunjukkan suatu tempat untuk tinggal mereka. Kini nama kampung-kampung tersebut tetap ada dan menjadi nama beberapa jalan dan kecamatan di Kota Yogyakarta. Keseluruhan bregada tersebut dipimpin oleh seorang panglima yang disebut Manggala Yudha. Prajurit ini mengawal gunungan yang diusung dari keraton menuju Masjid Gedhe, Kepatihan, dan Puro Pakualaman. Di sana, gunungan tersebut dibagikan kepada masyarakat.

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Sekaten-Ritual-11.jpg” align=”left” lightbox=”true” title=”Berebut Berkah Gunungan” link=”” width=”200″ height=””]Sehari sebelum pelaksanaan upacara Grebeg biasanya masyarakat sudah berdatangan dan berkumpul di beberapa titik dekat keraton. Kebanyakan dari mereka datang dari luar kota. Mereka rela menginap di sekitar keraton, bisa di serambi Masjid Gedhe sampai halaman Alun-alun Utara. Kepercayaan yang sampai sekarang tumbuh bahwa pernak-pernik yang terdapat di gunungan akan memberikan berkah. Mereka berharap bisa mendapatkan bagian kecil dari gunungan tersebut. Mereka rela menunggu sampai gunungan tiba di Masjid Gedhe untuk dibagikan. Mereka rela berdesak-desakan dengan risiko terinjak-injak atau jatuh, asal berhasil memperoleh bagian dari gunungan tersebut.

Sayangnya gunungan yang seharusnya dibagikan tadi berubah arti menjadi berebut, sehingga banyak di antara mereka menjadi korban terinjak dan jatuh. Satu lagi, Grebeg tidak hanya tradisi tetapi juga aset potensial wisata andalan Yogyakarta.

Jadwal

Hari Kamis, 24 Januari 2013, jam 08.00 – 11.00 WIB

Tempat

Mulai dari Keben, Pracimosono, Alun-alun Utara, sampai Masjid Gedhe Kauman

[notice type=”green”]Tips Dalam Box
Datanglah awal waktu karena akan lebih leluasa melihat dari dekat parade prajurit yang bertugas mengawal gunungan Grebeg Mulud dan upacara pemberangkatan gunungan menuju masjid di Pracimosono, Keben.

Jika membawa mobil atau motor, parkirlah di tempat strategis dekat dengan pilihan lokasi menonton karena akan lebih memudahkan mobilitas kalau ingin pindah lokasi.

Karena sejak pagi pengunjung sudah memadati lokasi dan semakin siang semakin berjubel, maka persiapkan segalanya termasuk fisik Anda. Dan pastikan seluruh barang bawaan anda dalam kondisi aman.

Bagi Anda yang ingin memotret, pilihlah lokasi strategis, ingat: banyak fotografer baik wartawan maupun hobiis, maka berbagilah tempat agar tidak saling berebut tempat.

Karena ini upacara adat, maka taatilah tata tertib yang berlaku di keraton mulai acara berlangsung sampai selesai.
[/notice]

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec