05
Jan-2019

Datangi Obyek Wisata, Selfie, Share di Social Media, dan Temukan Bahagia

Jaringan Kuat Telkomsel juga Dukung Jualan via Daring

Kereta Api Wisata Jaladara berjalan pelan membelah kota bengawan ini. Jalur kereta wisata dengan dua gerbang ini dimulai dari Stasiun Purwosari dan berakhir di Stasiun Kota (Sangkrah), dan akan kembali lagi ke Stasiun Purwosari.

Tidak setiap hari warga Solo melihat kereta api yang ditarik dengan lokomotif bertenaga uap ini. Selain harus antre memesan ke PT KAI, juga jam operasinya tidak sembarangan.

SEPUR KLUTUK: Kereta Api Wisata Jaladara yang beroperasi pada waktu tertentu. kereta ini membelah Kota Solo, antara Stasiun Purwosari dan Stasiun Solo Kota (Sangkrah).

Seperti yang dirasakan Dini, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini. Bersamaan liburan Natal (25/12/2018) lalu, ia bersama keluarga besarnya menikmati Kereta Api Jaladara. Kebetulan, pakde-nya yang tinggal di Boyolali mengajak seluruh keluarga dari saudara-saudarinya untuk bersama-sama menikmati liburan Natal dengan merasakan sensasi Kereta Api Wisata Jaladara.

Sejak mulai bergerak hingga berhenti di titik-titik tertentu, seperti Sriwedari, Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, serta Gladag atau Galabo (Gladag Langen Bogan), Dini bersemangat mengabadikan semua momen tersebut. Dan semua karya foto dari ponselnya langsung terunggah lewat media sosial (medsos) yang dimilikinya, facebook dan instagram. Tentu saja, pamer selfie dirinya dan keluarganya juga di-share teman WAG (whatsApp Group)nya. Semua dilakoni perempuan milenial ini dengan riang. Semua cepat, tidak ada delay, dan menyebar dalam pertemanan dunia mayanya. Semuanya dilakukan dalam satu klik, dalam gadget-nya, yang memiliki aplikasi dan dukungan internet dari operator yang menjadi langganannya, yaitu kartu dari Telkomsel.

Di tempat terpisah, berjarak sekitar 100 kilometer dari tempat Dini, sebut namanya Indah Puji Hartatik. Perempuan yang sudah memiliki dua anak ini berperilaku sama. Setiap ada kesempatan libur weekend, pilihannya adalah mengunjungi tempat wisata di Magelang dan sekitarnya. Tidak heran, semua Balkondes (Balai Ekonomi Desa) di sekitar Borobudur. Ada 20 Balkondes-semacam fasilitas untuk wisatawan, berupa tempat menginap, menikmati sajian khas desa tersebut, dan pasti tempat selfie- di kecamatan Borobudur. Mulai dari Tuksingi, Majaksingi, Giritengah, Bigaran, Kembanglimus, hingga Balkondes Sokopitu, Tegalarum. Informasi dari Kementerian BUMN, ditargetkan 100 Balkondes yang dibangun tersebar di seluruh penjuru nusantara.

 

UNIK: Salah satu Balkondes di sekitar Candi Borobudur, yaitu Karangrejo yang memiliki keunggulan pada camilan pisang goreng dan kopi khas nya,

Indah sudah menjelajah semua Balkondes tersebut, juga menjelajah ragam candi yang ada di Kabupaten Magelang. Maklum saja, sejak kecil hingga bekerja juga tinggal di Magelang. Mulai candi besar seperti Borobubur, Mendut, dan Pawon sudah tidak terbilang didatangi. Juga candi-candi kecil seperti Candi Ngawen di Muntilan, Candi Asu, Pendem, dan  Candi Lumbung, termasuk Candi Gunungwukir di Kecamatan Salam. Semua candi itu bagian kecil dari keanekaragaman obyek wisata yang ada di Kabupaten Magelang. Kini, obyek wisata artificial juga semakin banyak dan terus berkembang, menemani obyek wisata yang sudah ada. Top Selfie Hutan Pinus Kragilan, Wisata Papringan Sawangan, Trackking Gunung Andong, Punthuk Setumbu, Punthuk Mongkrong, Punthuk Sukmojoyo, Gereja Ayam Bukit Rhema, hingga Air Terjun Sekar Langit di lereng Bukit Telomoyo.

Usai menikmati obyek wisata tersebut, semua dokumentasi dan foto selfi-nya diunggah di media sosial, facebook. Alasannya, selain untuk memperlihatkan keberagaman dan keindahan lokasi wisata tersebut, juga untuk menyimpan dokumentasi fotonya. “Daripada dibuang sayang, disimpan memakan tempat. Tempat menyimpan terbaik ya di dunia maya,”ungkap Indah.

Masih menurut Indah, pilihan operator yang mampu mendukung aktivitas selfie dan upload semua fotonya adalah yang memiliki jaringan bagus, hingga pelosok. Karyawan perusahaan asuransi ini sudah membuktikan, Telkomsel cukup diandalkan. “Internetnya tidak lemot dan cukup kencang,” tegasnya.

Apalagi, di sela aktivitas bekerja di kantor, ia masih menyempatkan diri berjualan produk makanan lokal via daring. Pilihannya adalah melalui bukalapak.com dan tokopedia.com. Tentu saja, dukungan gadget yang mumpuni dan jaringan internet dari operator yang handal cukup membantunya. Karena produk-produknya harus diambil di pinggiran kota, tentu saja, pilihan operator yang tepat sudah dipilih. Ia memiliki dua operator yang berbeda, namun khusus untuk internet, satu nama yang dipilih, Telkomsel. Semuanya dijalani dengan gembira, bisa berswafoto di obyek wisata sekaligus menghilangkan stres dari tekanan pekerjaan, menikmati kehidupan dengan riang, dan  mampu meraih pundi keuntungan untuk menambah membeli susu bagi anak-anaknya.

Dengan  berwisata, menurut laman Huffingtonpost.com, dengan melakukan berwisata seseorang akan meningkat kebahagiaanya. Ia akan meningkatkan kepercayaannya dan kebahagiaan yang dimilikinya akan menular pada individu lain. Kemungkinan lain dari seseorang yang melakukan wisata, ia akan mendampatkan teman baru, sekaligus detox dari media sosial, mendapatkan waktu sendiri, kesempatan belajar dan mendapatkan tambahan vitamin D. selanjutnya, ia akan menjadi pribadi lebih menarik, di mana efek berwisata tak hanya jangka pendek. Semua itu dipertegas oleh Profesor Psikologi dari Cornel University, Thomas Gilovich yang menyarankan untuk beraktivitas wisata atau travelling, karena kenangan dari pengalaman berwisata akan menambah rasa bahagia kita lebih lama lagi, dibanding melakukan shopping atau berbelanja.

Lain Dini dan Indah, lain pula pilihan yang dijatuhkan Fikri Salahudin, mahasiswa tingkat akhir Teknik Elektro Undip Semarang. Bersama teman-temannya memulai perusahaan starup, tentu saja sudah berulang kali mencoba semua operator telekomunikasi yang ada. Sebagai perusahaan yang fokus pada fintech dan IT, selain jalur internet kencang, seringkali memanfaatkan kemampuan internet dari perusahaan telekomunikasi untuk menguji aplikasi IT yang tengah dikembangkan. Semua operator telekomunikasi dipakai untuk menguji di lokasi medan yang beragam, di perkotaan dan pedesaan. Hasilnya, kemampuan Telkomsel belum ada yang mengalahkan.

Hal sama dirasakan oleh Rachmad Simpe, pengusaha sayuran online yang tinggal di Boyolali. Bergabung dengan juragantani,com, ia menyediakan segala jenis sayuran, buah-buahan, dan aneka bumbu dapur. Pilihan operator yang mendukung dirinya berjualan dan mencari pemasok produk pertanian menjadikan dirinya memilih operator telekomunikasi yang sesuai dengan profilnya. Baik Fikri maupun Rachmad, operator yang tidak lemot, cepat, dan handal memperlancar pekerjaannya. Semua bisa dijalani dengan bahagia dan menimbulkan efek psikologi positif. Sebaliknya, pernah mereka jengkel dan marah-marah saat mencoba operator telekomunikasi yang hasilnya lelet, tidak cepat, dan membuat pekerjaannya tidak kelar-kelar.

Pemanfaatan internet dan dukungan telekomunikasi yang handal membuat Agus Singodikaran, penggiat desa wisata asal Kadisono, Margorejo, Tempel, Sleman juga memilih produk telekomunikasi yang bisa dihandalkan. Faktor pengalaman dan berbagi wawasan dengan komunitas desa wisata yang sering ditemuinya menghasilkan kesimpulan. Yakni, memilih satu produk telekomunikasi yang handal di daerah pedesaan. Kenapa bisa begitu? Bisa dijelaskan hampir semua desa wisata yang ada di Provinsi DIJ berada di daerah pinggiran atau pegunungan. Sudah menjadi rahasia umum, operator telekomunikasi yang bagus sinyalnya di perkotaan, banyak yang terseok-seok di daerah pinggiran. Bahkan, ada yang tidak menangkap sinyal sama sekali, dikarenakan tidak adanya dukungan BTS (base transceiver station), yang menjadi back bone kuat lemahnya sinyal sebuah operator. Sebagai penggiat desa wisata, tentu saja media sosial menjadi pilihan utama, selain media umum, baik cetak dan elektronik dalam menyampaikan iklan-iklan pariwisata lokal di Yogyakarta. Semua itu membutuhkan dukungan internet yang bagus.

TENTRAM: Menemukan kesunyian di Embung Kaliaji, di Donokerto, Turi, Sleman,

Di sisi lain, kekuatan pariwisata dan jual beli via daring merupakan bagian dari dua ekonomi baru, digital economy dan leisure economy. Dua kekuatan ekonomi tersebut menjadi andalan Jateng dan DIY. Yaitu, menjual obyek wisata yang ada di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah serta 5 kabupaten dan kota di DIY. Selain itu, pemerintah terus  mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya jual melalui online, selain menjual langsung secara tatap muka.

Merujuk data dari perusahan penyedia jasa layanan kirim cepat, JNE memiliki agen JNE lebih dari 7.000 armada berbagai jenis kendaraan. Adapun kapasitas pengiriman JNE saat ini mencapai rata – rata sekitar 18 juta paket dalam 1 bulan secara nasional.

Menurut Widiana, Public Relations Regional Jawa Tengah, Media Relations Department JNE Express , mulai tahun 2010, seiring dengan pertumbuhan e-commerce yang berbarengan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, jumlah transaksi pengiriman pelanggan JNE juga mengalami peningkatan sebesar 30 % – 40 % setiap tahunnya. Ini konsisten sampai saat ini. Jumlah pengiriman e-commerce mendominasi pengiriman JNE. Terhitung sekitar 60 % – 70 % pengiriman JNE berasal dari pengiriman e-commerce.

“JNE bekerja  sama dengan online marketplace terkemuka di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, Bukapalak, Elevania, Zalora, dan sebagainya,” ungkap Widiana, awal Januari 2019.

 

Pesatnya pertumbuhan e-commerce meningkatkan kebutuhan akan distribusi barang di masyarakat dari segi jumlah mau pun jenis layanan sehingga JNE berinovasi dengan berbagai produk layanan maupun program-programnya. Langkah JNE di antaranya berupaya memberikan pelayanan maksimal dalam seluruh proses. Mulai dari pengiriman sampai dengan proses packaging hingga proses penerimaan paket oleh penerima. Kemudian, fokus pengembangan JNE adalah pengembangan maupun inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (IT), serta infrastruktur atau jaringan seperti Gateway, gedung operasional, maupun titik layanan (counter/ outlet). JNE memiliki tekad untuk mendukung terhadap e-Commerce dan UKM.

 

MINI:Rumah mini bisa ditemui di obyek wisata artifisial Gareng Pong di Srumbung, Kabupaten Magelang.

Sebagai sebuah perusahaan telekomunikasi, Telkomsel hadir menyedikan layanan telekomunikasi di daerah – daerah pariwisata yang ada di Indonesia. Termasuk di Jawa Tengah dan DIY.  General Manager ICT Operation Region Jawa Tengah dan DIY Telkomsel Hersetyo Pramono mengatakan, secara tidak langsung keberadaan network Telkomsel akan turut meramaikan tempat wisata tersebut, pengunjung akan merasa lebih aman dan nyaman jika berada di suatu daerah yang ter-cover oleh jaringan Telkomsel.

“Pelanggan bisa berinteraksi dengan dunia luar terus-menerus. Terlebih habit masyarakat saat ini untuk berbagi di sosial media, dengan adanya jaringan Telkomsel wisatawan bisa selalu update,” kata Hersetyo, (4/1/2019).

Bicara mengenai digital economy dan leisure economy, tampaknya Telkomsel sudah berpikiran jauh ke depan. Pada 2012, Telkomsel memulai menggalakkan program 1 kecamatan 1 BTS. Program itu dinamai IKC (ibu kota kecamatan). Bahkan, Hersetyo Pramono menegaskan, bahwa khusus untuk Jawa Tengah dan DIY pada tahun 2018, program IKC tersebut sudah ditingkatkan menjadi BFA (Broadband for All). Artinya, semua kecamatan sudah ter-cover oleh network Telkomsel dan diberikan layanan 4G agar broadband untuk semua bisa terlaksana.

“Telkomsel konsistensi membangun jaringan hingga pelosok sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Telkomsel selalu mendukung program pemerintah dengan Nawa Cita-nya yang mendahului program 3T. Khusus di Jawa Tengah dan DIY pembangunan jaringan terus dilakukan, terutama layanan 4G untuk mendukung broadband disetiap daerah,” jelas Hersetyo.

Lebih lanjut, Hersetyo menambahkan, Telkomsel berkomitmen mendukung penguatan ekosistem industri 4.0. Sekarang ini, Telkomsel sudah bertransformasi dari telco company menjadi digital company, sehingga dari sisi culture, struktur organisasi, maupun service/ product yang diberikan ke pelanggan sangat berbeda. Misal, Telkomsel mempunyai MFS, TCASH, GamesMAX, VideoMax dan lainnya. Semua itu dihadirkan untuk mendukung ekositem digital di Indonesia. Salah wujud konsistensi Telkomsel dalam membangun ekosistem digital, di antaranya perusahaan plat merah ini menyelenggarakan program The Next DeV. Yakni, ajang pencarian dan pengembangan startup teknologi di Indonesia yang bertujuan memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.

Adapun capaian-capain yang diraih dari program The Next Dev, di antaranya sukses meluluskan Habibie Garden “Talk to Your Plant”,  aplikasi yang akhir – akhir ini keluar sebagai juara People Choice Awards Asia Pacific Investment Summit 2018; Eragano, aplikasi android untuk petani; Grow Pal, aplikasi mudah untuk investasi perikanan; Fish Go “Untuk nelayan yang lebih baik”, aplikasi untuk  membantu nelayan mendeteksi lokasi ikan, dan masih banyak lagi. Sedangkan awards yang diterima dari program the NextDev adalah Mix Marketing Indonesia, Best of The Best Marketing PR Program, 2015, SWA, best Corporate Social Marketing, 2016 & 2017, WOW Brand Award, Gold Champion PR Campaign, 2017, Selular Award, Best Start Up Development Program, 2107, dan PR Indonesia, Best Corporate PR Program, 2018.

Kami ingin menyitir apa yang diungkapkan pengusaha muda dan penulis buku Rico Huang. Ia mengatakan, ada artikel menarik tentang Revolusi Industri 4.0. Isinya, dalam beberapa tahun mendatang, banyak pekerjaan manusia yang akan digantikan oleh robot. Sekarang sudah banyak dilihat contohnya. Restoran di Jepang mulai memakai robot untuk menggantikan pelayan. Bahkan ada kedai ramen yang benar-benar mengandalkan robot sepenuhnya untuk menjalankan kedai tersebut.Contoh lain, Anda pasti tahu Uber kan? Padahal Uber hanya perusahaan transportasi berbasis teknologi. Mereka hanya punya software, tidak memiliki armada mobil dan sejenisnya. Saat ini, mereka jadi perusahaan taksi terbesar di dunia. Sama halnya dengan Airbnb, mereka tidak punya properti apapun. Tapi hanya bermodal aplikasi, bisa menjadi perusahaan dengan jaringan hotel terbesar di dunia. Kunci dari semua itu adalah penguasaan teknologi IT, dan itu tidak ada kata terlambat untuk semua itu. Dan akhir dari semua itu, pengarang Buku Beyond Authentic Happiness Martin E. Seligman selalu mengajak kita untuk selalu memiliki hope dan optimism akan masa depan.(*)

*Heru Setiyaka, wartawan Radar Jogja dan Jalanjogja.com

 

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec