22
Aug-2014

Festival Lima Gunung Digelar Lagi

Festival Lima Gunung kembali akan digelar di lereng Merbabu. Pesta para seniman di Kabupaten Magelang ini akan berlangsung pada Sabtu (23/8) dan Minggu (24/8) di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Acara Festival Lima Gunung kali ini memasuki tahun ke-13. Panitia telah menyiapkan gerai pameran lukisan, topeng, foto, suvenir, serta kuliner untuk masyarakat yang akan menyaksikan FLG XIII tersebut. Panitia lokal bersama warga sudah menyiapkan panggung pementasan di salah satu pekarangan di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis. Tidak lupa, mereka menghias desa tersebut dengan aneka seni instalasi. Terutama menggunakan bahan-bahan alami.

Tema festival nanti adalah “Topo ing Rame”. Artinya, bertapa di tengah keramaian. Masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggara festival tahunan adalah seniman petani yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (KLG). Yaitu, dari Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh.

ady- penampilan festival lima Gunung-2Para penyaji pementasan tidak hanya kelompok-kelompok seniman petani dalam Komunitas Lima Gunung, tetapi juga grup-grup seniman maupun perorangan yang selama ini menjalin relasi dengan komunitas ini. Selain dari Magelang mereka juga datang dari Yogyakarta, Solo, Kendal, Surabaya, Kediri, dan Cirebon.
FLG tahun ini, akan mementaskan 31 jenis kesenian. Baik kesenian tradisional maupun kontemporer. Kesenian tersebut, akan pentas selama dua hari. Yaitu, mulai siang hingga malam hari. Beberapa diantaranya adalah tarian dan musik Harajukunan Trethek Trunthung, tari Kidung Sabin, Topeng Klana Bandopati, Soreng Putri, Grasak Glondong, Rimba Stamasa, dan Margoloyo. Selain itu, ada juga tari Tanjung Sari, performa “The Legend of Amurta”, Hegong, pentas akrobatik api, tari Soreng Bocah, Klothekan Bocah, Topeng Saujana, Lengger, Seto Kencono, Gladiator Gunung, pentas musik kontemporer, Suling Belawang, performa Metamorfosis, performa Bicara pada Puing, drama tari Gatotkaca Winisuda, Leak dan pembacaan puisi, serta pergelaran Wayang Gunung.

Yang agak berbeda, di sela acara akan diluncurkan buku kumpulan tulisan soal Komunitas Lima Gunung yang berjudul “Sanak Kadang”.

Ketua Panitia Festival Lima Gunung 2014 Titik Sufiani mengatakan, warga setempat menyediakan rumah-rumahnya untuk tamu yang akan menginap secara gratis selama berlangsung festival.

Sedangkan Ketua Komunitas Lima Gunung Supadi Haryanto menyebut, Festival Lima Gunung menjadi kekuatan karakter komunitas tersebut. Karena penyelengaraannya terus menerus mempertahankan kemandirian. Apalagi panitia sepakat tidak meminta sponsor dan donatur, dan tidak bicara uang.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec