09
Oct-2015

Gandeng Rifka Annisa, Kapurel Jogja Edukasi Anggotanya

Kapurel Jogja bekerja sama dengan Rifka Annisa Women Crisis Center memberikan edukasi soal pelecehan seksual di dunia perhotelan. Acara di gelar di Hotel Ruba Graha, beberapa waktu lalu.

Pembicara dari Rifka Annisa Women Crisis Center Budi Wulandari mengungkapkan, pelecehan seksual itu terkait gender. Kejadiannya bisa terjadi di mana saja, di public area atau tempat bekerja. Karena itu, perempuan harus mengetahui soal pelecehan seksual dan upaya-upaya melakukan pencegahan.

“Seringkali perempuan juga tidak tahu soal pelecehan seksual. Karena itu, setiap perempuan harus mengetahui criteria pelecehan seksual yang dilakukan lawan jenis,” kata Budi.

Tidak hanya itu, lanjut Budi, perempuan juga harus mengetahui saluran mana yang bisa dilakukan untuk mencegah dan melaporkan pelecehan seksual. Yakni, polisi. Karena, beberapa polres sudah memiliki unit khusus menangani kejadian pelecehan seksual.foto kapurel 2

“Kalau tidak, kami (Rifka Annisa Women Crisis Center) siap membantu,” imbuhnya.

Ditambahkan, pelecehan seksual juga terjadi di dunia perhotelan. Karena itu, semua karyawan yang ada di dunia perhotelan harus mengetahui persoalan tersebut.

”Kapurel Jogja mencoba menginformasikan pada anggotanya, soal kemungkinan pelecehan seksual yang terjadi di dunia pariwisata,” kata Ketua Umum Keluarga Public Relations (Kapurel) Jogja Deddy Pranowo Eryono.

Menurut Deddy yang juga GM Hotel Ruba Graha ini, pelecehan seksual bisa terjadi, baik sesama pekerja, antara tamu pada karyawan hotel, atau sebaliknya dari karyawan hotel pada tamunya.

Dengan memberikan edukasi soal pelecehan seksual, diharapkan karyawan yang bekerja di dunia perhotelan menghindari pelecehan. Karena, akibat pelecehan yang terjadi berdampak besar.

”Bagi industri perhotelan, kejadian pelecehan seksual mengakibatkan terjadinya kerugian hotel tersebut. Secara umum, merugikan dunia pariwisata Yogyakarta. Karena itu, kami tidak ingin terjadi. Karena pariwisata merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat DIY,” tegas Deddy yang juga pengurus PHRI DIY ini.

Diingatkan Deddy, pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Adanya pelecehan memunculkan ketidakpercayaan wisatawan. Akibatnya, mereka akan menghindari datang ke hotel tersebut, juga ke objek wisata yang ada di Yogyakarta.”Marilah semua insan pariwisata Jogja untuk

tidak melakukan pelecehan seksual. Bagi yang menjumpai ini, ada saluran yang bisa dikontak. Yakni LSM Rifka Annisa dan kepolisian,” tegasnya.(*)

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec