13
Nov-2013

Jerry Pellegrino Pastikan Main di Ngayogjazz 2013

News   /  

Nama-nama pentolan jazz dalam dan luar negeri dipastikan hadir pada event Ngayogjazz 2013. Rencananya, acara tahun yang memasuki kali ke enam ini akan digelar pada Sabtu Wage, tanggal 16 November 2013.

Pengisi Ngayogjazz, selain musisi-musisi jazz dari Indonesia, juga beberapa artis jazz mancanegara ikut meramaikan acara tersebut.

Para musisi yang akan tampil adalah Chaseiro, Monita Tahalea, Shadu Band, Idang Rasjidi Syndicate, Dony Koeswinarno Quintet, Oele Pattiselanno Trio, Nita Aartsen, Bintang Indrianto, dan Djalu Pratidina.

Sedangkan musisi jazz asal mancanegara, yang memastikan hadir adalah Baraka (Jepang), D’aqua (Jepang), Erik Truffaz (Perancis), Brink Man Ship (Swiss), Peni Chandrarini, Jerry Pellegrino (Amerika Serikat).

Sedangkan pemain lokal dan komunitas jazz berbagai daerah tidak mau ketinggalan. Mulai dari Kirana Bigband, Fombi (Forum Musik Tembi) feat. Ketzia, DAC Band, Everyday Band, AbsurdNation Quartet, Bagus and Friends, Keroncong Soesah Tidoer, dan Keroncong Irama Tongkol Teduh. Ada pula Institut Seni Indonesia (NTMY Trio, Sunflow Quintet), Kesper (Kelompok Studi Perkusi), juga komunitas-komunitas jazz dari luar kota. Seperti Solo Jazz Soceity, Komunitas Jazz Jogja, Balikpapan Jazz Lovers, Gubug Jazz Pekanbaru, Jazz Ngisor Ringin Semarang, Jes Udu Purwokerto, dan Batik Jazz Replika Pekalongan.

Adapun tempat Ngayogjazz 2013 di Desa Wisata Sidoakur, Kelurahan Sidokarto, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai pukul 09.00 – 22.00.

Pada pagelaran ini, panitia menyiapkan lima panggung yang diberi nama sesuai tema Ngayogjazz 2013. Yaitu, Panggung Sayuk Rukun, Panggung Srawung, Panggung Wawuh, Panggung Guyub, dan satu panggung Kesenian Tradisional.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah merupakan kesinambungan dari pelaksanaan tema sebelumnya. Tahun 2011, temanya “Nandoer Jazz ing Pakarti.” Setahun berikutnya, 2012, tema yang dipilih “Dengan Jazz Kita Tingkatkan Swasembada Jazz.” Tahun ini, “Rukun Agawe Ngejazz”. Maknanya, perkembangan musik jazz yang sedemikian pesat di tanah air, menimbulkan keberagaman kreativitas pelaku. Adanya keberagaman ini, Ngayogjazz mengajak semua bersama-sama menuju keharmonisan seperti sebuah orchestra. Meski setiap alat musik mengeluarkan bunyi yang berbeda, tetapi jika dimainkan bersama dengan harmonis akan menjadi indah dan menimbulkan suasana yang menyenangkan dan menentramkan. Inilah kerukunan dalam musik jazz, di mana musik ini mengajarkan bahwa individu-individu adalah bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar, bagaimana bisa individual tetapi sekaligus komunal.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec