26
Jul-2014

Libur Lebaran Tanpa Kemacetan

Kepolisian Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memasang 15 kamera CCTV tambahan untuk memantau arus lalu lintas dan keamanan. Diharapkan, wisatawan yan berkunjung terbantu dengan penerapan teknologi ini.

Tidak hanya kepolisian, dinas-dinas terkait juga telah melakukan koordinasi untuk menjamin kelancaran dan keamanan di musim libur Lebaran tahun ini. Salah satu titik yang memperoleh perhatian khusus adalah pusat belanja dan wisata Malioboro. Sejumlah petugas kepolisian secara khusus ditempatkan di Dinas Perhubungan agar koordinasi berjalan lebih lancar. Titik-titik rawan kemacetan juga sudah dipetakan agar langkah antisipasi bisa dilakukan secepatnya. Selain memasang CCTV, kepolisian dan dinas perhubungan juga berencana memberlakukan penambahan durasi lampu hijau di beberapa titik persimpangan yang rawan macet. Perpanjangan durasi ini akan memperlancar arus lalu lintas, terutama di sisi-sisi yang antrian kendaraannya panjang.

Selain itu, menurut Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Windarto perubahan arus lalu lintas juga akan dilakukan di beberapa ruas jalan. Contohnya adalah Jalan Pabringan dan Jalan Suryatmajan. Ruas Jalan Pabringan yang semula dua arah akan dibuat menjadi searah, yaitu ke arah timur.

Ngejaman-Yogya-1Sedangkan Jalan Suryatmajan yang semula searah akan menjadi dua arah. Perubahan ini untuk memudahkan akses parkir di Ketandan. Skenario ini kemungkinan akan diterapkan pada H-2 Lebaran. Kami sudah menyiapkan rambu – rambu untuk memudahkan masyarakat dan memberi tahu jika ada perubahan arus,” kata Windarto.

Menurut pengalaman, kemacetan akan sangat terasa sesudah hari raya Lebaran, khususnya mulai H+3. Pasalnya, saat inilah para pemudik sudah selesai dengan acara-acara keluarga dan kemudian mulai menikmati agenda lain seperti berwisata ataupun belanja. Malioboro sebagai pusat dari dua kegiatan itu akan menjadi magnet besar dan menciptakan kemacetan yang luar biasa. Walikota Jogja, Haryadi Suyuti bahkan sudah menghimbau warga Jogja yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk tidak datang ke Malioboro setelah Lebaran. Hal ini untuk memberi kesempatan para wisatawan menikmati Malioboro dan berbelanja sepuasnya.

0

 likes / One comment
Share this post:
  • Judistira says:

    Lalu lintas di Yoigyakarta kacau, terutama di jalur-jalur utama. saya pikir jakarta lah kota paling macet di indonesia, tapi ada yang lebih parah yaitu DIY. saya ada usul, untuk mengurai kemacetan di Yogyakarta, terutama di jalur-jalur utamanya itu agar lampu hijaunya dibikin lama, agar jalur utama yang selalu padat kendaraan terhindar dari kemacetan yang panjang. kedua, agar petugas di lapangan pro aktif dengan melihat situasi lalu lintas di lapangan, sekiranya di lokasi terjadi kemacetan panjang, petugas segera mengarahkan kendaraan atau mengatur lampu merah agar kemacetan bisa terurai. saya mencontohkan di jakarta. saat jam-jam berangkat dan pulang kerja, jalur-jalur utama itu komposisi lampu merah dan hijau itu berbanding 2:1, 2 menit untuk lampu hijau dan 1 menit untuk lampu merah, atau kalau kondisi parah sekali ya 3 menit lampu hijau dan 1 menit lampu merah. terima kasih atas perhatiannya.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    code

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec