05
May-2015

Mangir Wanabaya Dalam Goresan Kanvas

Legenda Mangir Wanabaya memang selalu meanrik untuk dikaji. Sosoknya yang terkenal sakti mandraguna hingga ketampanannya yang mampu meluluhkan hati Gusti Pembayun senantiasa mewarnai cerita sejarah di tanah Jawa

Meski Mangir Wanabaya hidupnya jauh dari lingkungan kraton akan tetapi keberadaannya tersohor seluruh pelosok negeri. Apalagi pemerintahan Mangir Wanabaya sebagai sebuah kadipaten yang kecil memiliki tanah yang subur sehingga masyarakatnya hidup sejahtera. Namun di sisi lain sebagai kadipaten yang konon kabarnya memiliki jiwa gotong royong tinggi, diisukan akan memberontak pada kasultanan Mataram. Dan Gusti Pembayun pun dijadikan “umpan” agar Mangir Wanabaya bisa di bawa ke Kasultanan Mataram.mangir 2
Kisah perjalanan Mangir Wanabaya ini kembali diceritakan oleh Bagus Prabowo lewat karya seninya yang dipamerkan di Tirana House, Jalan Suryodiningratan. Pameran tunggal yang bertajuk “Perempuan dan Mangir” di gelar dalam rangka memperingati Hari Kartini dibuka hingga 21 Mei mendatang.
Lewat karyanya yang tergores dalam kanvas, terukir di atas kayu hingga tercetak dalam keramik, di mana lukisan dengan media keramik ini dibuat di Jenggala Bali, Bagus Prabowo mengajak kita untuk menelusuri, napak tilas tentang kebenaran sebuah cerita mangir Wanabaya. Di mana karya-karyanya ini berawal dari kegelisahan Bagus atau yang lebih dikenal Bagonk Prabowo akan kebenaran yang sesungguhnya legenda Mangir Wanabaya.
Dalam pandangannya tokoh yang dikagumi semenjak kecil ini,banyak mencerita dengan banyak versi. Sehingga masyarakat seringkali mendapat cerita yang berbeda.Oleh karenanya sebelum mengoreskan kanvas Bagus terlebih dahulu melakukan riset juga wawancara dengan banyak nara sumber. Selain itu Bagus juga memperdalam cerita Mangir lewat karya yang ditulis Pramudya Ananta Tur.
Dipilihnya lakon Mangir dengan sosok perempuan, dalam hal ini Gusti Pembayun, karena dilandasi rasa kagummnya Bagus akan sosok seorang Mangir Wanabaya yang hebat. Begitu pula dengan Gusti Pembayun yang merupakan sosok perempuan yang penuh pesona serta keberanian memperjuangkan kebebasan.mangir 1
Gusti Pembayun sebagai tokoh yang ditonjolkan dalam pameran tunggalnya, menurut Bagus, karena Gusti Pembayun merupakan perempuan pendobrak emansipasi, dengan memperjuangkan kaum perempuan. Sehingga hal ini yang mendasari RA Kartini selalu memperjuangkan hak kesamaan hak serta kebebasan kaum perempuan. Dan usut punya usut, RA Kartini memiliki garis keturunan dari Gusti Pembayun.
Setelah sukses mengelar pameran di Tirana House, yang merupakan sebuah butik ini, Bagus berencana menlanjutkan pameran Mangir dan Perempuan ini di Bali serta Australia, meski belum ada kepastian waktunya di bulan apa, namun tetap di tahun 2015

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec