03
Jul-2015

Menengok Sejarah Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman menjadi poros dari lima masjid Pathok Negoro. Masjid yang dibangun semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I ini juga menjadi salah satu simbol Kerajaan Islam Mataram

Masjid Gedhe Kauman merupakan masjid tertua yang ada di Indonesia. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Sri Sultan Hamenku Buwono I serta Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat, yang merupakan Penghulu ke-1. Masjid Gedhe Kauman dibangun pada 29 Mei 1773. Awalnya dibangun sebagai sarana beribadah bagi keluarga raja serta rakyatnya untuk kelengkapan sebuah kerajaan Islam.Masjid Gedhe Kauman
Masjid memiliki atap bersusun tiga dengan gaya tradisional Jawa bernama Tajuk Lambang Teplok. Mengalami penambahan berupa serambi yang dinamakan Al Makhamah Al Kabiroh, guna menampung jamaah yang semakin banyak, dua tahun kemudian. Al Makhamah Al Kabiroh ini juga dijadikan tempat pertemuan para Alim Ulama, pengajian dakwah islamiyah, pengadilan agama, pernikahan, perceraian, pembagian waris maupun peringatan-peringatan hari besar Islam.
Komplek masjid memiliki luas keseluruhan mencapai 16.000m3. Selain bangunan utama masjid terdapat pula bangunan-bangunan lain, di antaranya 2 buah Pagongan, yang terletak di sebelah utara dan selatan merupakan tempat gamelan, 2 buah Pajagan (tempat berjaga), Pengulon (rumah para ulama dan imam) serta makam, kantor sekretariat, dewan takmir serta kantor urusan agama.
Ruang sholat utama ini ditopang oleh 36 tiang yang terbuat dari kayu jati jawa tanpa sambungan. Kemudian saka guru atau tiang utama terdiri atas 4 tiang dengan tinggi masing-masing 4 meter. Diperkirakan tiang kayu ini telah berusia 400-500 tahun.
Masjid Gedhe KaumanTiga Peristiwa Penting
Menurut salah seorang pengurus atau takmir masjid Gedhe Kauman, Rohib Winastuan, setidaknya ada tiga peristiwa penting yang menjadi saksi sejarah. Yang pertama sewaktu KH Ahmad Dahlan menjabat sebagai ulama Keraton, beliau berhasil mengoreksi atau membetulkan arah kiblat yang mempunyai selisih kemiringan 23 derajat. Kedua, pada masa perjuangan kemerdekaan RI, tempat ini sering digunakan oleh Tentara Rakyat Indonesia bersama para pejuang Asykar perang Sabil untuk menyusun strategi penyerangan melawan agresi Belanda.
“Yang ketiga, masjid ini juga banyak berperan sebagai sarana perjuangan komponen angkatan 66 yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia dalam menumbangkan Orde Lama dan membubarkan Partai Komunis Indonesia” jelas Rohib.Masjid Gedhe Kauman
Asal Usul Nama Kauman
Selain membangun masjid, Sri Sultan juga melengkapi dengan bangunan yang digunakan sesuai dengan fungsi masing-masing bangunan. Salah saatu bangunan tersebut adalah perumahan bagi penghulu Keraton dengan keluarganya. Perumahan yang dibangun di sisi utara masjid ini diberikan kepada para Ulama Ketib (Khotib), Abdi Dalem Kaji Selusinan dan Abdi Dalem Banjar Mangah. Di mana bangunan tersebut dinamakan Pakauman atau tempat para Kaum= Qoimuddin atau penegak agama, hingga akhirnya di kenal kampung Kauman.
Potensi WisataKampung Kauman
Saat sudah di Masjid Gedhe Kauman, tidaklah lengkap bila tidak sekalian berkunjung di Kampung Kauman Yogyakarta. Pada zaman kerajaan kampung Kauman menjadi tempat bagi 9 ketib atau penghulu untuk mengurusi dan membawahi urusan agama. Seiring dengan perkembangan waktu komunitas santri di Kauman semakin berkembang dalam ikatan persaudaraan dan keagamaan.
Kampung Kauman sejak tahun 1900–1930 mempunyai kesetaraan ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai abdi dalem Keraton dan penghasil karya karya batik merupakan sumber mata pencaharian masyarakat pada waktu itu. Perkembangan pengetahuan agama masyarakat tersebut semakin maju karena didapat dari pondok pesantren di tempat tersebut.
Saat berada di antara pemukiman penduduk Kauman, menjadi keunikan tersendiri menyaksikan gang dan jalan dii Kauman yang sempit. Lebar jalan sekitar 2 meter membuat kendaraan roda 4 tidak dapat melaluinya, sementara kendaraan roda 2 pun harus dituntun. Ada peraturan bagi pemakai jalan bahwa dilarang mengendarai kendaraan dan perjalanan harus dilakukan dengan jalan kaki. Selain untuk menjaga dan menghormati sesama pemakai jalan juga bertujuan untuk menjaga ketenangan dalam proses belajar mengajar para murid santri di pesantren Kauman.
Kampung KaumanBangunan di kauman sangat beragam corak dan bentuknya, beberapa rumah kampung disini memiliki pintu, jendela dan rungan yang relatif besar. Ventilasi rumah berhias kaca warna merupakan hiasan rumah bergaya arsitektur Eropa. Terdapat Gapura yang berbentuk lengkung pada jalan masuk kampung Kauman.
Lokasi
Kampung Kauman terletak di sebelah barat Alun-alaun Utara Keraton Yogyakarta. Terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampung Kauman terletak dan dibatasi oleh jalan-jalan disekitarnya.
Akses
Dari Malioboro berbelok kekanan menuju ke barat melewati Jalan K.H Dahan, selanjutnya di selatan jalan setelah RS PKU Muhammadiyah wisatawan akan menemukan gapura Kauman.

0

 likes / One comment
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec