22
Aug-2014

Pesta 100 Pemain Perkusi

Perkusi, salah satu alat musik cukup familiar bagi masyarakat Indonesia. Dari semua strata masyarakat, pasti tahu perkusi. Memang, penyebutan perkusi di berbagai daerah berbeda. Dalam perkembangannya, perkusi tidak hanya dipukul. Tetapi bisa dikocok, contoh nyatanya maracas, dan ditangkupkan karena berbentuk simbal.

Sebuah pesta bagi para seniman perkusi akan digelar. Di sini, siapa saja bisa bergabung untuk menikmatinya sembari mengagumi keelokan Candi Ratu Boko di malam hari. Ajang pertemuan seniman perkusi digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2014. Tempat yang dipilih juga cukup menarik, yaitu Pelataran Candi Ratu Boko, Sleman, Yogyakarta. Acara ini akan dimulai pukul 19.30 dan dimeriahkan lebih dari 100 pemain perkusi.

Erie Setiawan, seorang Musikolog mencatat, ada seratusan kelompok dan komunitas perkusi tersebar di berbagai kota besar. Mulai dari Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Banyuwangi, hingga Bali. Tidak ketinggalan, daerah lain seperti Pasuruan, Tegal, Banyumas, Cilacap, dan Banjarnegara. Anggotanya juga beragam dari berbagai lapis usia. Mulai anak SD hingga orang-tua. Dalam sifatnya, hadirnya kelompok atau komunitas perkusi tersebut lebih pada strategi daripada aktivitas berujung panggung belaka.

Hal sama juga pada perkusi sendiri. Alat musik ini memiliki sejarah panjang, hingga mampu bermigrasi ke seluruh benua. Saat menemukan Djembe di banyak tempat, menurut cerita awalnya hasil kreasi orang Sierra Leone, di Afrika Barat. Mereka menebang pohon Djem. Selanjutnya, menjadikannya alat musik. Kini, Djembe termasuk alat musik perkusi yang populer di Indonesia. Selain murah dan mudah dimainkan, juga bisa menjadi souvenir dalam berbagai variasi.

Perkusi Indonesia juga bagian dari persebaran (diaspora) beberapa negara penting pelopor disseminasinya. Afrika, Turki, dan Portugal mrupakan titik berangkat kunci. Tiga negara itu bisa menjadi awal dalam mempelajari lebih jauh sejarah perkusi. Tradisi perkusi di nusantara, ternyata hasil hibrida dari Cina, India dan Persia. Selanjutnya, tumbuh di Jawa, Sunda, Banyuwangi, Bali, Sumatera, Kalimantan, Makassar, Papua, Nias, Maluku, hingga Ternate. Intinya, alat perkusi pasti ditemukan di semua sudut daerah, dari Sabang hingga Merauke. Yang terjadi, perkusi muncul dalam musik Jidor, Kromong, Talempong, Taganing, Gondang, Ceng-ceng, Ciblonan, Kulintang, Angklung, dan seterusnya. Contoh sederhana, instrumen Gong memiliki banyak sebutan di berbagai daerah. Ada yang menyebut gong, go’ong, ogung, dan ogong.

Kembali ke pesta para seniman perkusi tadi, selayaknya kita menikmati dengan datang langsung ke acara. Ayo.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec