22
Aug-2014

Selfie Bersama Gerobak Sapi

News   /   Tags:

Di Yogyakarta, tidak ada kata mati untuk ajang seni. Mulai dari Pasar Kangen 2014, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), Festival Gamelan, Festival Perkusi di Candi Ratu Boko, dan terakhir adalah Festival Gerobak Sapi (FGS) 2014.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, FGS masih memilih lokasi yang sama. Yaitu di Lapangan Utara Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Festival ini digelar selama dua hari, Sabtu (23/8) dan Minggu (24/8).

Umumnya FGS, ajang ini menjadi pertemuan para bajingan. Eh, jangan salah sangka dulu. Bajingan di sini adalah ‘sopir’ atau kusir dari gerobak sapi tersebut.

Tahun ini, panitia lebih kreatif lagi. Mereka menyertakan aneka lomba. Termasuk bagi mereka yang ikut menontonnya. Penonton bisa ber-selfie ria bersama gerobak sapi. Sekarang, hobi narsis tersebut bisa disalurkan melalui ajang lomba selfie.

Bagi yang tertarik, bisa kirim sebanyak-banyaknya melalui: twitter FGS, Facebook FGS, atau Instagram FGS. Jangan lupa, ajak temen-temen buat nge-like, nge-retweet, atau nge-share. Ingat, semakin banyak selfie, makin gokil selfie, dan bersiap membawa pulang hadiah yang disiapkan panitia.

FGS 2014 memang diadakan bertepatan dengan HUT ke-69 RI. Peran gerobak sapi pada masa perjuangan kemerdekaan RI cukup besar.

Menurut cerita, gerobak sapi menjadi transportasi atau kendaraan pengangkut hasil bumi yang populer. Kusir gerobak sapi memiliki sebutan unik, yaitu bahingan.

Pada masa dulu, gerobak sapi merupakan kendaraan yang eksklusif. Pemilik gerobak dianggap memiliki status ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Karena, harga gerobak dan sapi penariknya terbilang mahal. Ibaratnya, saat ini pemilik gerobak sapi sama dengan pemilik truk maupun mobil yang memiliki fungsi unggulan mengangkut barang atau penumpang dalam jumlah banyak.

Pada masanya, pemilik gerobak yang ditarik dua sapi merupakan masyarakat berada (kaya) yang memiliki lahan sawah luas. Dengan mudah, ia mengangkut hasil panen dengan gerobak-gerobak tersebut.

Selain fungsi transportasi, gerobak sapi juga memiliki nilai perjuangan. Pada masa perang kemerdekaan Republik Indonesia, banyak bajingan dan gerobak sapinya berjasa membantu para gerilyawan. Karena bentuknya yang besar dan cenderung tertutup, gerobak sapi ideal menjadi sarana mengangkut persenjataan (menyelundupkan senjata), bahan makanan, maupun sarana persembunyian para gerilyawan.

Dalam menjalankan fungsi tersebut, para bajingan dan gerobak sapinya mempertaruhkan nyawa untuk membantu gerilyawan. Terutama saat harus menjalani pemeriksaaan melewati perbatasan-perbatasan yang dijaga tentara penjajah.

Inilah cikal bakal digelar festival ini, betapa pentingnya nilai gerobak sapi sebagai warisan budaya dan sejarah bangsa.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec